,

Mau Liburan Sambil Belajar Sejarah di Makassar? Ayo Kunjungi Benteng Fort Rotterdam!

Makassar yang merupakan ibukota Sulawesi Selatan menjadi salah satu kota yang banyak digemari wisatawan untuk berkunjung. Tentunya, kota ini pun tak lepas dari tempat wisata, termasuk wisata sejarah. Ada banyak wisata budaya dan sejarah yang bisa kamu eksplor di kota ini lho, sobat tiket. Salah satunya adalah yang akan tiket.com bahas berikut ini.

Mengenal Sejarah di Benteng Fort Rotterdam Makassar

Ada banyak bangunan dan tempat wisata yang menjadi saksi bisu sejarah Makassar sejak zaman Kerajaan Gowa. Salah satunya adalah Benteng Fort Rotterdam yang berhubungan langsung dengan Belanda di masa lalu. Nah, buat kamu yang tertarik dengan sejarah Makassar, yuk simak petualangan di benteng paling bersejarah satu ini!

1. Benteng Peninggalan Sejarah Berusia 474 Tahun

benteng fort rotterdam makassar
Sumber: shutterstock.com

Jika kamu suka mengunjungi destinasi wisata yang kaya akan sejarah, Benteng Fort Rotterdam ini bakal pas banget untuk kamu tuju, sobat tiket. Benteng yang juga akrab disebut dengan nama Benteng Ujung Pandang ini menjadi satu diantara sekian peninggalan bersejarah di Makassar.

Benteng ini adalah saksi bisu sejarah Kesultanan Gowa yang pernah berjaya di tanah Sulawesi pada abad ke-17. Usianya kini mencapai 474 tahun, lho! Benteng ini dibangun sekitar tahun 1545 oleh Raja Gowa ke X bernama Imarigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallonna. Ia juga dikenal dengan nama Tunipallangga Ulaweng.

Sebenarnya, ada 17 buah benteng yang dibangun kesultanan ini, sobat tiket. Semua benteng tersebut berada mengitari Makassar yang saat itu jadi ibukota kesultanan. Namun, bisa dipastikan benteng paling megah di antara yang lainnya adalah benteng Fort Rotterdam. Bahkan hingga kini, keaslian benteng ini masih terpelihara dengan baik, lho.

2. Sejarah Pertempuran Kerajaan Gowa dan Belanda

Ada yang menarik dari arsitektur bergaya Portugis dari benteng ini. Hal ini nggak jauh dari pengaruh Belanda yang berhasil menguasai benteng tersebut di masa lalu. Mulanya, Belanda tertarik melihat Makassar karena letaknya yang strategis. Mereka pun berniat menaklukan daerah ini setelah menguasai area seputar Bandang dan Maluku.

Tujuan Belanda menaklukkan daerah ini adalah agar armada dagang VOC dapat dengan mudah masuk dan merapat. Lalu pada tahun 1666, perang pertama antara Raja Gowa dan Cornelis Speelman Gubernur Jendral Belanda pun terjadi. Sayangnya, setelah setahun berperang, Belanda yang dibantu pasukan sewaan dari Maluku memenangkan peperangan.

Seluruh isi benteng pun porak poranda, hingga kediaman kerajaan hancur dibakar. Akibat dari kekalahan ini, Raja Gowa saat ini harus menandatangani “Perjanjian Bingaya” pada 18 November 1667 silam. Salah satu pasal dalam perjanjian menyebutkan kerajaan Gowa harus menyerahkan Benteng Ujung Pandang kepada Belanda.

Dari sana, Cornelis pun mengubah nama benteng ini jadi Fort Rotterdam, yang ia ambil dari nama tempat kelahirannya di Belanda. Benteng ini pun berubah fungsi jadi tempat penyimpanan rempah-rempah hasil penjarahan Belanda. Perubahan pun akhirnya terjadi pada arsitektur dan gaya bangunan yang ditata ulang sesuai kebutuhan.

Hingga saat ini, benteng tua ini pun masih menggunakan nama Fort Rotterdam. Kini benteng ini difungsikan sebagai salah satu obyek wisata populer di Makassar.

3. Benteng Berbentuk Penyu yang Unik

benteng fort rotterdam makassar
Sumber: shutterstock.com

Salah satu keunikan dari Benteng Ujung Pandang ini adalah bentuknya yang menyerupai penyu. Hingga orang Gowa sering menyebutnya sebagai Benteng Panyyua. Yap, jika dilihat dari ketinggian, bentuk benteng ini menyerupai penyu yang sedang menuju pantai.

Penataan ulang benteng ini ternyata memang tidak mengubah bentuk aslinya lho, sobat tiket. Bentuk penyu ini sendiri sebenarnya mengandung filosofi Kerajaan Gowa. Filosofi tersebut berkaitan dengan penyu yang bisa hidup di darat dan lautan. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di darat dan lautan. Keren ya, sobat tiket?

Bahan baku yang digunakan untuk membangun benteng ini adalah tembok batu yang dicampur tanah liat yang dibakar hingga kering. Temboknya sendiri memiliki ketebalan hampir dua meter, berwarna hitam, dan terlihat kokoh menjulang hingga lima meter. Namun, pintu utama benteng tetap dibuat dengan ukuran kecil.

4. Mengintip Museum La Galigo dan Ruang Tahanan Diponegoro

Dahulu jika menilik bangunan di dalam benteng ini, maka kamu akan melihat ada rumah panggung khas Gowa didalamnya. Rumah tradisional ini merupakan kediaman Raja dan keluarganya. Hal ini berlangsung hingga perpindahan kekuasaan ke Raja Gowa ke XIV Sultan Alauddin.

Saat itu, tembok benteng pun diganti dengan batu padas keras berwarna hitam yang diambil dari Pegunungan Karst di daerah Maros. Selain berfungsi sebagai kediaman kerajaan sementara, dahulu benteng ini juga jadi markas pasukan katak Kerajaan Gowa.

Bastion atau gedung penjaga yang menjadi inti benteng ini merupakan bangunan kokoh yang ditempatkan lebih tinggi di setiap sudut benteng. Di atasnya ditempatkan kanon atau meriam. Kalau penasaran, kamu bisa menjelajahi bagian ini, nih, sobat tiket. Pastinya akan seru banget!

Kelima bastion ini memiliki nama, lho. Ada Bastion Bacan yang berada di sudut barat daya. Bastion Bone ada di sebelah barat atau tepat di bagian tengah benteng. Bastion Buton di sudut barat laut, Bastion Amboina terletak di sudut tenggara, dan Bastion Mandarasyah yang terletak di sudut timur laut.

Setiap bastion akan terhubung dengan dinding benteng kecuali bagian selatan yang memang tidak berdinding. Total luas benteng ini adalah 2,5 hektar, dengan di dalamnya terdapat 16 buah bangunan seluas 11.605 meter persegi.

Saat masuk, mungkin satu hal yang kamu pikirkan adalah suasana yang angker dan menyeramkan ya, sobat tiket? Namun tempat ini nggak semata-mata kosong melompong tanpa dipakai kok. Benteng ini kini digunakan pemerintah sebagai pusat kebudayaan makassar. Lalu difungsikan sebagai perkantoran, hingga lingkungan benteng pun jadi bersih, rapi, dan terawat.

benteng fort rotterdam makassar
Sumber: shutterstock.com

Oh iya, kamu nggak bakal dipungut biaya kok kalau ingin melihat-lihat sekitar benteng ini. Selain menyusuri bangunan bergaya portugis ini, kamu juga bisa mendatangi Museum La Galigo. Museum ini bakal memperkenalkanmu dengan sejarah Makassar yang sangat panjang. Untuk masuk ke museum tersebut, kamu bakal dikenakan biaya masuk sekitar Rp10.000.

Dari museum ini, kamu bisa mengenal Makassar karena koleksi referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar yang tersimpan di sana. Setelah itu, kamu juga bisa mengunjungi sebuah ruangan sempit tempat Pangeran Diponegoro ditahan setelah ditangkap Belanda di Jawa, sobat tiket. Ruang yang konon digunakan sebagai penjara pahlawan satu ini masih terawat hingga kini, lho!

Di dalam ruangan ini terdapat beberapa benda penting seperti Al-Quran, peralatan salat, dan tempat tidur yang digunakan beliau saat dalam tahanan. Namun sayangnya, wisatawan dilarang memasuki ruangan ini. Kita hanya diperbolehkan mengintip dari jendela kaca depan bangunan.

Ruangan sempit ini berdinding melengkung dengan pencahayaan minim. Kebayang nggak sih, sobat tiket, kalau ditahan di sana seperti apa rasanya?

Lokasi dan Cara ke Benteng Fort Rotterdam

Benteng ini mudah banget untuk dijangkau karena lokasinya yang ada di dalam kota Makassar. Tepat berada di depan pelabuhan laut kota Makassar, benteng ini juga hanya berjarak dua kilometer saja dari Pantai Losari, lho.

Ada banyak banget cara yang bisa kamu coba buat mencapai benteng ini. Tersedia banyak rute angkutan umum yang bisa dinaiki. Misalnya naik taksi dan pete-pete yang merupakan sebutan dari angkot di Makassar.

Kamu bisa juga menaiki bus dari bandara Sultan Hassanudin dengan biaya tiket sebesar kurang lebih Rp15.000. Kamu juga bisa menaiki pete-pete dari Makassar Town Square dengan cara men-carternya lho. Tarif normal pete-pete sendiri di bawah Rp5.000, jadi nggak akan mahal kok.

Mau yang lebih praktis? Kamu bisa sewa mobil di tiket.com untuk bisa berkeliling kota Makassar sepuasnya!

Liburan di Makassar Makin Seru Sambil Mengenal Sejarah!

Setelah puas mencoba kuliner khas Makassar dan mengunjungi pantai-pantai eksotis, mengunjungi Benteng Fort Rotterdam memang menjadi pilihan terbaik. Berwisata sambil mengenal sejarah juga bisa jadi pengalaman yang menyenangkan lho, sobat tiket.

Bingung cari oleh-oleh Makassar untuk keluarga di rumah atau rekan kantor? Aneka oleh-oleh Makassar ini bisa menjadi referensi kamu lho!