cungkring bogor

,

Cungkring, Menu Sarapan Khas Bogor yang Melegenda

Apa yang terlintas ketika mendengar nama Bogor? Istana Negara dengan kumpulan kijang dan kancil di dalamnya, atau kerumunan commuters di pagi hari yang hendak berangkat kerja ke Jakarta? Sebagai salah satu kota satelit di pinggir Kota Jakarta, Bogor memang punya banyak cerita dan nampaknya masih menjadi tempat tinggal yang cukup ideal bagi kebanyakan orang. Apalagi, selain punya tempat wisata yang oke, Bogor juga punya banyak lokasi untuk wisata kuliner. Mulai dari menu sarapan kaki lima, hingga fancy dinner, kuliner khas bogor selalu menghiasi.

Ngomongin kuliner khas Bogor, kota ini juga punya kuliner khas yang cocok banget untuk dijadikan menu sarapan. Namanya cungkring, sebuah kuliner sarapan yang kabarnya cukup melegenda di Kota Bogor. Apa sih cungkring itu? Kenapa bisa sampai begitu terkenal?

Kuliner Olahan Kaki Sapi yang Legendaris

Jika kamu hendak pergi liburan ke Kota Bogor, entah dengan melakukan sewa mobil dari Jakarta atau menggunakan kereta api, rasanya kuliner satu ini patut kamu coba. Pada dasarnya, cungkring Bogor adalah kuliner berbumbu kacang yang dibuat dari bahan-bahan olahan kaki sapi seperti kikil, damrat, kulit, hingga urat sapi. Di antara keempat bahan tersebut, urat sapi menjadi pilihan yang paling disukai karena teksturnya yang lebih mirip dengan daging sapi. Cungkring ini disajikan dengan lontong,bumbu kacang, bumbu kuning sejenis kunyit, dan cabai.

Cungkring Bogor
Sumber

Kuliner cungkring Bogor ini sendiri pada dasarnya sudah dikenal oleh masyarakat Bogor sejak 41 tahun lalu. Kala itu, Cungkring Pak Jumat adalah salah satu pedagang cungkring yang paling terkenal. Kini, meskipun cukup jarang ditemui, kamu masih bisa menemukan kuliner cungkring Pak Jumat ini melalui Kang Deden yang berjualan di sekitar Jalan Suryakencana, tepatnya di dekat perempatan Gang Aut, di kawasan puncak.

Cungkring yang Asli Itu Enggak Ditusuk Seperti Sate

Seiring berkembangnya jaman, interpretasi akan cungkring pun semakin bervariasi. Kini, kamu bisa menemui beberapa variasi cungkring. Beberapa warung sate sapi di Bogor banyak yang menyajikan sate kulit sapi dengan nama cungkring. Menurut Kang Deden, hal itu kurang tepat karena sejak dahulu kala, yang namanya cungkring itu ya tidak ditusuk seperti sate.

Cungkring Bogor Pak Jumat
Sumber: KOMPAS.com / Muhammad Irzal Adiakurnia

Nah, Sobat Tiket, berminat untuk mencicipinya? Untuk semua kelezatan ini, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 15 ribu saja, loh. Dan satu lagi, cungkring Kang Deden ini hanya ada sejak pukul 07.00-08.30 pagi.

[fbcomments]