,

Avril Lavigne: Sukses Walau Tak Punya Ijazah

“Why do you have to go and make things so complicated?
i see the way you’re…acting like you’re somebody else gets me frustratedlife’s like this, you
and you fall, and you crawl…and you break, and you take 
what you get and you turn it into”

 Siapa yang tidak mengenal lagu tersebut?ya, lagu diatas merupakan potongan lirik dari wanita cantik dengan nama asli Avril Ramona Lavigne Whibley yang lahir di Belleville, Ontario, Kanada pada 27 September 1984.Avril juga pernah berada di posisi 7 untuk kategori Wanita Kanada Paling Mengagumkan di Hollywood pada tahun 2006. Tidak hanya itu saja, di tahun 2007 pun dia pernah memenangkan 9 nominasi Jabra Music Contest untuk kategori Best Band In the World, tentu saja penghargaan tersebut berdasarkan pilihan penggemar di seluruh dunia. Namun tahukah anda dibalik karirnya yang berprestasi tersebut, ada fakta mengejutkan mengenai Avril lavigne? Demi karirnya, ia rela putus sekolah dari sekolah menengah Napanee. Avril tercatat tidak mengikuti aktivitas belajar mengajar sejak ia berada di kelas 11(dua SMA).

Avril memang sengaja keluar sekolah karena untuk menandatangani kontrak pembuatan album musik. Menurut sebagian besar temannya, Avril memang lebih sering menghabiskan waktunya untuk bernyanyi di gereja daripada duduk bersama teman-temannya mendengarkan guru yang sedang mengajar. Sebenarnya, bakat menyanyi Avril memang sudah terlihat semenjak Avril masih berusia dua tahun. Saat itu, Avril sudah berani bernyanyi bersama paduan suara gereja. Ketika Avril berusia 5 tahun, ibunya pun mengajak Avril untuk berpindah ke Napanee.

Ibunda Avril yang bernama Judy Lavigne pun bingung bagaimana memfasilitasi kebiasaan sang puteri yang pandai bernyanyi tersebut. Akhirnya, berbagai hal pun dilakukannya. Salah satunya adalah dengan mendaftarkan Avril dalam sebuah kompetisi yang diadakan oleh artis country, Shania Twain yang saat itu sedang mengadakan tour di Kanada. Dalam acara kompetisi tersebut, Avril mampu menyihir semua juri, termasuk Shania Twain. Ia berhasil menyanyikan lagu dari Shania Twain yang berjudul What Made You Said That. Selepas dari kontes tersebut, Avril kembali melanglang buana mencari tempat untuk menggali potensinya. Meskipun ia sering kali gagal, namun semua itu tidak pernah mematahkan semangatnya. Avril lavigne tetap bisa bertahan. Ia sering berada di pinggiran jalan untuk belajar mengasah permainan gitarnya. Hingga akhirnya nasib mempertemukannya dengan Ken Krongard, seorang artis yang juga bekerja sebagai seorang jurnalis.

Di depan Ken inilah, Avril terus menerus mengasah kemampuan bernyanyinya. Ia tidak pernah berhenti bernyanyi dan meminta Ken menilai langsung suaranya. Maka tidak berlebihan bila Avril lavigne selalu berkata bahwa Ken adalah salah satu orang yang cukup berjasa dalam perkembangan karirnya. Karena melalui Ken lah, Avril belajar banyak hal dalam bidang musik. “Ken adalah orang yang cukup kritis. Dia adalah orang pertama kali yang berani mengatakan bahwa suara saja jelek, kurang inilah dan sebagainya” Tutur pelantun Girlfriend ini mengingat awal pertama karirnya dalam dunia musik.

Setelah Ken merasa bahwa suara Avril cukup bagus, maka ia segera mengundang Antonio “LA” Raid untuk mendengarkan suara emas Avril. Akhirnya Antonio pun mendatangi studi milik Peter Zizzo di New York, sebuah studio tempat Avril belajar selama ini. Kerja keras Avril dan Ken pun tidaklah sia-sia, Avril segera mendapatkan kontrak untuk album pertamanya Let Go. Dalam album ini, Avril mulai mampu menyihir remaja-remaja Amerika melalui lagunya Complicated, Sk8er Boi, I’m With You dan juga Loosing Grip.

Album Let Go ini mampu terjual lebih dari 9 juta diseluruh dunia dengan 9 Juta di US. Bahkan single Complicated menjadi lagu wajib yang harus didengar oleh remaja Amerika Serikat saat itu. Melalui lagu Complicated inilah nama Avril lavigne mendadak menjelma menjadi sebuah icon baru dalam panggung hiburan dunia. Bayangkan saja, single mampu bertahan posisi ke-2 di tangga lagu Billboard Amerika dan juga menduduki posisi 1 di Australia, Inggris, dan Selandia baru. Tidak hanya itu saja, single Complicated juga mampu berada di posisi 1 untuk beberapa minggu di World Chart.Avril memang merubah minat pecinta musik saat itu yang memang sedang suka dengan lagu-lagu berbau R&B dan Hip-hop. Suaranya mampu menyihir dan memberi atmosfir tersendiri bagi panggung hiburan dunia. Tidak hanya itu saja, bahkan Avril pun mendadak menjadi kiblat fashion para remaja kala itu. Rambut warna pink yang lurus atau direbonding dengan kaos warna hitam dan dasi, sepatu boots atau sneakers seolah-olah menjadi tren fashion yang harus diikuti oleh remaja dunia saat itu.

Karir musik Avril lavigne pun tidak lantas mandul dan hanya berhenti di album pertama seperti hanya pernah terjadi pada Princessa dengan album fenomenalnya I Won’t Forget You. Avril kembali menggebrak panggung hiburan dunia dengan album keduanya yang bertajuk Under My Skin. Di album inilah, nama Avril mulai disejajarkan dengan penyanyi-penyanyi legenda seperti Sheryl Crow, Alanis Morissette dan sebagainya.

Album yang menawarkan empat single hits seperti Don’t Tell Me, My Happy Ending, Nobody’s Home dan juga He Wasn’t ini mampu terjual lebih dari 12 juta di seluruh dunia dan 4 juta di US. Keberhasilannya di album kedua ini, tidak membuatnya sombong. Ia terus berusaha mengasah kemampuan musikalitasnya hingga lahirlah album The Best Damn Thing yang membuatnya semakin dikenal oleh orang banyak dengan single-single jagoan seperti Girlfriend, When You’re Gone, Hot, dan The Best Damn Thing.

Selain di dunia musik, Avril juga pernah mencoba keberuntungan baru dengan turut berperan dalam film. Sebut saja debut filmnya Sabrina, The Teenage Witch(2002),Going The Distance(2004), Fast Food Nation(2006) dan juga Over the Hedge(2006). Meskipun dalam film Over The Hedge tersebut, Avril hanya sebagai pengisi suara, namun ia bangga karena bisa berada di satu proyek bersama orang-orang besar seperti William Shatner, Bruce Willis, Garry Shandling, Wnda Sykes, Nick Nolte dan Steve Carrel.

Avril juga pernah bermain di film The Flock(2007), American Idol(2010), dan juga Majors&Minors(2011). Prestasi Avril lavigne lainnya adalah ketika ia pernah meraih Most Performed Song from a Motion Picture dalam ajang ASCAP Award untuk film Bruce Almight. Selain itu, Avril juga pernah mendapatkan penghargaan Best New Artist di MTV Video Music Awards, World Music Awards(2004), World Best Selling Canadian Actress.Di tahun 2011, Avril kembali datang untuk melepas rindunnya kepada dunia musik internasional. Avril kembali menyapa penggemarnya melalui album yang bertajuk Goodbye Lullaby yang menawarkan beberapa single handalan seperti Wish You Were Here, Black Star, Smile dan juga What The Hell. Pernahkan anda membayangkan bahwa orang yang pernah putus sekolah pun bisa memiliki karir yang cemerlang, Avril adalah salah satu contoh dari orang-orang tersebut.

sumber: Mirzan,Kefa.Never Give Up.Buku Pintar.Yogyakarta.2012Sudah punya Tiket Avril Lavigne Asia Tour Live in Jakarta Maret 2014?  Dapatkan Tiket nya di sini http://go.tiket.com/Il5O2m

Only at Tiket.com